21st April 2014

Asal-usul Nama Lubuk Bedorong – Cerita Rakyat Jambi

Zaman dahulu kala, Lubuk Bedorong adalah nama sebuah lubuk, nama itu diberikan oleh seorang yang merancang melatih Desa Lubuk Bedorong namanya Mangkuto Saman, berasal dari pulau Jawa, istrinya bernama Siti Mariam yang berasal dari Jambi.

Setelah menikah Mangkuto Saman mempunyai keinginan untuk mencari wilayah baru sebagai tempat pemukiman mereka. Keinginan tersebut disampaikan kepada kedua mertuanya atas persetujuan kedua mertuanya maka berangkatlah Mangkuto Saman beserta rombongan kearah barat Provinsi Jambi berjumlah 40 orang, yang terdiri dari Mangkuto Saman dan istri dan seorang Sutan Rajo Merah adik dari Siti Mariam, 2 orang pegawai dan 35 orang mempunyai keahlian dipertambangan emas, setelah berbulan-bulan rombongan tersebut berjalan sehingga sampai di Bangko.

Mulai dari Bangko setiap tanah yang ditempuhnya dalam air yang dilaluinya, mereka lihat dan ditelitinya sehingga sampai ke Muara Limun yaitu Desa Pulau Pandan.

Di limun mereka istirahat suatu malam disini mereka memperhatikan perbedaan sungai Batang Asai dengan sungai Batang Limun. Mereka tertarik pada sungai limun karna sungai limun pada muara airnya tenang, jernih, serta banyak ikannya .

Kemudian rombongan mereka melanjutkan perjalanannya, sehingga mereka sampai di muara sipah. Di sipah Mangkuto Saman memerintahkan para pegawainya membuatkan tempat istirahat mereka, karna melihat keadaan tanah sipah kaya akan sumber daya alamnya, Mangkuto Saman dan rombongannya pun menetap disana.

“Ke air berpijak dipinggun ikan kedara, emas di kirai digambut”

Mangkuto Saman memerintahkan anak buahnya membuat perusahaan tambang emas di Sipah. Setelah beberapa hari tinggal di sipah Mangkuto Saman menyuruh istrinya Siti Mariam berjalan dalam satu hari sejauh mana jalan yang dapat ditempuh istrinya berarti sebatas itulah wilayah kekuasaannya.

Maka pergilah Siti Mariam kehilir sungai ate mudik sampai kekejatan kura-kura. Disinilah Siti Mariam melihat kura-kura yang sedang bertengkar, Siti Mariam heran melihatnya, sehingga hari sudah sore barulah Siti Mariam beranjak pergi untuk pulang

Karna hari sudah gelap terpaksa Siti Mariam bermalam dijalan, Mangkuto Saman sangat cemas karna istrinya belum pulang. Pada pagi harinya Mangkuto Saman beserta beberapa pegawainya pergi menyusul istrinya lewat jalan air sedangkan istri Mariam pulang jalan darat setelah sampai, Mangkuto Saman disebuah Lubuk datanglah utusan mengatakan kalau Siti Mariam telah pulang jalan darat.

Oleh karena Mangkuto Saman terdorong / terlanjur mudik, maka lubuk itu dinamakan Lubuk Bedorong. Akhirnya wilayah ini dijadikan pemukiman baru yang dinamakan Desa Lubuk Bedorong.

Sumber: http://delvinet.wordpress.com